Menikmati Hidup




Jadi begini saya mengargumentasikan tentang "menikmati hidup" karena saya terinsiprasi dengan kehidupan manusia zaman sekarang. Maksudnya adalah ketika kita hidup di dunia ini kita harus bisa mensyukuri apapun yang sudah kita peroleh,apapun yang sudah di takdirkan Allah untuk kita dan kita harus bisa mendasari dengan memaknai dan mencintai apa yang sudah di berikan Allah kepada kita tersebut.

Ibaratkan dalam pepatah jawa begini,jika kita hanya bisa makan tempe penyet di bandingkan membeli sop buntut, ya kita harus bisa memaknai dan mencintai tempe penyet tersebut bukan malah mengidam-idamkan sop buntut dan memikirkanya. Bagaimana agar tempe penyet itu nikmat?ya itu tadi kita harus bisa memaknai bahwa tempe penyet itu enak untuk kehidupan kita gitu lo......

Misalnya hati kita tetep ke sop buntut hal yang terjadi pasti berupa penyesalan. La gimana, makanya aja udah tempe mesti kita udah merasakan ga enaknya dan mau beli sop buntut ya juga ngga keturutan. Lah dalam penerapan kehidupan juga begitu kan? udah enak enak jadi ayam,seharusnya mensyukuri jadi ayam, menikmati jadi ayam,memaknai menjadi ayam,mencari hikmahnya menjadi ayam bukanya malah cemburu kok aku ga bisa terbang seperti burung. Sekarang saya sadar mulailah memaknai hal hal sekecil apapun. Dengan pemaknaan dari hal hal kecil kita akan senantiasa selalu bersyukur kepada Allah kedepanya. Jika kita bisa memaknai pemberian allah,maka kita senantiasa bersyukur dan Allah akan menambah nikmat yang diberikan kepada kita. Mulailah dari sekarang kita menikmati hidup dari hal sekecil apapun dan juga kita harus bisa menerima apa yang sudah di takdirkan untuk kita...

Selamat sore,semangat,dan tingkatkanlah rasa syukur kalian sob..

Comments

Popular posts from this blog

Ideologi Monokrom

Musuh Dalam Cermin